Rabu, 25 September 2013


LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
“PENGAMATAN MORPHOLOGI KROMOSOM MITOSIS
DARI SAPI DAN MANUSIA”
 





Oleh :
Budi Rahayu
200110120298
KELAS : F



UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2013



I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
            Organisme hasil perkembangbiakan secara generatif diawali dari sebuah sel zigot. Zigot kemudian tumbuh dan berkembang hingga menjadi dewasa. Zigot kucing hampir tidak dapat dibedakan dengan zigot manusia karena bentuknya sangat mirip. Lalu, mengapa karena bentuknya sangat mirip. Lalu, mengapa zigot kucing menjadi kucing dan zigot manusia menjadi manusia. Apakah yang menyebabkan zigot tumbuh menjadi spesies yang sama dengan induknya. Jawabannya terletak pada inti sel (nukleus).
Di dalam inti sel terdapat sejumlah kromosom. Kromosom merupakan rangkaian DNA yang terangkai membentuk seperti benang. Kromosom mengandung zat kimia yang menentukan ciri-ciri turun-temurun suatu spesies, misalnya bentuk badan dan warna rambut. Jadi, kromosom menetukan bahwa zigot kucing menjadi kucing dan zigot manusia menjadi manusia.
Jumlah kromosom pada setiap jenis organisme tidak sama. Sebagai contoh, sel akar bawang merah mengandung 16 kromosom, sedangkan sel tubuh menusia mengandung 46 kromosom.
Dari 16 kromosom pada sel bawang merah, 8 kromosom berasal dari gamet jantan (sperma) dan 23 kromosom berasal dari gamet betina (telur). Sel bawang yang mengandung 16 kromosom disebut sel diploid (2n). Sel bawang yang berisi 8 kromosom disebut sel haploid (n).
Organisme hasil perkembangbiakan secara generatif diawali dari sebuah sel zigot. Selanjutnya, sel tersebut tumbuh dan berkembang menjadi jutaan sel. Perkembangan sel hingga menjadi banyak sel terjadi karena sel-sel tersebut membelah diri dari satu menjadi 2,4,8 dan seterusnya. Proses pembelahan sel dapat terjadi dengan dua cara yaitu mitosis dan miosis. Dalam praktikum kali ini kita akan membahas mengenai kromosom sapi dan manusia dengan membuat karyotipe kromosom untuk mengetahui bentuk, ukuran dan jumlah yang normal serta mendeteksi bentuk dan besar kromosom kelamin pada sapi dan manusia.
1.2       Tujuan
            Membuat karyotipe kromosom sapi dan kromosom manusia, dengan cara menyusun guntingan potret kromosom dari ukuran yang terbesar ke ukuran yang terkecil, dalam bentuk yang sesuai dan dalam keadaan yang berpasangan (diploid), keadaan karyotipe untuk mengetahui bentuk, ukuran dan jumlah yang normal. Selain dari itu, mendeteksi bentuk dan besar kromosom kelamin (XX atau XY).


1.3       Waktu dan Tempat
            Waktu                         : 11 Sepetember 2013
            Tempat                       : Gedung 5, Lantai 3, RK 11





II
METODE DAN MATERIAL
2.1       Metode
1.    Photo kromosom disediakan 2 (dua) buah.
2.    Yang satu ditempatkan untuk bentuk seadanya dan yang satunya diuraikan dengan cara menggunting satu-satu menjadi kromosom yang soliter.
3.    Guntingan kromosom ditempelkan dengan mengunakan lem, pada kertas karton manila yang disediakan sesuai besar dengan mengukur dalam satuan milimeter dan sesuai bentuknya.
4.    Penentuan kromosom kelamin (XX atau XY)
5.    Pada sapi bentuk kromosom semua akrosentris dan kromosom kelamin metasentris, besar pada ukuran ke dua dan ketiga. Pada manusia terdapat 7 (tujuh) kelompok bentuk kromosom, kromosom kelamin berada pada urutan besar kedua dan ketiga.
2.2       Material
Kromosom Sapi (Bos Taurus)
(2n = 60, xy)
Kromosom Manusia
(2n = 46, xy)

 

III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.   PEMBAHASAN

 3.1 KROMOSOM
Kromosom merupakan pembawa bahan genetik yang terdapat di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Kromosom berbentuk batang panjang atau pendek dan lurus atau bengkok. Kromosom tersusun atas molekul DNA yang membawa keterangan genetik, oleh karena itu kromosom mempunyai arti penting dalam genetika. Nama kromosom diberikan oleh Waldeyer pada tahun 1888, sedang Morgan dalam tahun 1933 menemukan fungsi kromosom dalam pemindahan materi-materi genetik. DNA merupakan persenyawaan kimia pembawa materi genetik. Di dalam kromosom terdapat 35% DNA dari keseluruhan kromosom. DNA merupakan molekul hidup dan dapat mengadakan replikasi (menggandakan diri). Karena mengandung molekul DNA, kromosom pun dapat menggandakan diri. Selain itu, DNA merupakan tempat penyimpanan informasi genetika yang akan diwariskan kepada keturunannya. Kromosom dikatakan sebagai benang pembawa sifat, karena sifat-sifat makhluk hidup pada dasarnya tersimpan di dalam DNA yang terdapat di dalam kromosom.
Kromosom pada organisme prokariotik ada yang berupa RNA saja. Ini dapat dijumpai pada virus mozaik (tembakau). Kromosom dapat pula berupa DNA saja misalnya pada virus T dan dapat pula mengandung keduanya yaitu DNA dan RNA seperti pada bakteri Escherichia coli.
Cara penyusunan molekul DNA dan protein sebenarnya cukup rumit. Pengemasan DNA dalam kromosom terjadi pada tahap profase. Secara ringkas pengemasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Untai DNA dipintal pada suatu set protein, yaitu histon yang menjadi suatu bentukan yang disebut unit nukleosom. Unit-unit nukleosom tersusun padat membentuk benang yang lebih padat dan terpintal menjadi lipatan-lipatan solenoid. Lipatan solenoid tersusun padat menjadi benang kromatin. Benang-benang kromatin tersusun memadat menjadi lengan kromatid. Lengan kromatid kembar disebut kromosom.


Suatu kromosom terdiri dari beberapa bagian yaitu kromatid, kromomer, sentromer atau kinetokor, satelit, dan telomer.

1.        Kromatid
Kromatid adalah salah satu dari dua lengan hasil replikasi kromosom. Kromatid masih melekat satu sama lain pada bagian sentromer. Istilah lain untuk kromatid adalah kromonema. Kromonema merupakan filamen yang sangat tipis yang terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada tahap interfase). Kromonema sebenarnya merupakan istilah untuk tahap awal pemintalan kromatid. Jadi, kromonema dan kromatid merupakan dua istilah untuk struktur yang sama.

2.        Kromomer
Kromomer adalah penebalan-penebalan pada kromonema. Kromomer ini merupakan struktur berbentuk manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatin yang terkadang terlihat saat interfase. Kromomer sangat jelas terlihat pada kromosom politen (kromosom dengan DNA yang telah direplikasi berulang kali tanpa adanya pemisahan dan terletak berdampingan sehingga bentuk kromosom seperti kawat).

3.        Sentromer
Sentromer adalah daerah konstriksi (lekukan primer) di sekitar pertengahan kromosom. Pada sentromer terdapat kinetokor. Kinetokor adalah bagian kromosom yang yang merupakan tempat perlekatan benang spindel selama pembelahan inti dan merupakan tempat melekatnya kromosom.

4.        Lekukan kedua
Pada beberapa kromosom terdapat lekukan kedua yang berada di sepanjang lengan dan berhubungan nucleolus. Oleh karena itu disebut dengan NOR (Nucleolar Organizing Regions).

5.        Satelit
Satelit adalah bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan terletak di ujung lengan kromatid. Satelit terbentuk karena adanya kontriksi sekunder di daerah tersebut. Tidak semua kromosom memiliki satelit.

6.        Telomer
Telomer merupakan istilah yang menunjukkan daerah terujung pada kromosom. Telomer berfungsi untuk menjaga stabilitas bagian terujung kromosom agar DNA di daerah tersebut tidak terurai. Karena pentingnya telomer, sel yang telomer kromosomnya mengalami kerusakan umumnya segera mati.
Letak sentromer pada kromosom membedakan jenis kromosom. Berdasarkan letak sentromer, kromosom dibedakan menjadi:
  1. Telosentrik : sentromer terletak di ujung kromosom sehingga kromosom hanya memiliki sebuah lengan dan berbentuk seperti huruf I. Kromosom manusia tidak ada yang berbentuk telosentrik.
  2. Akrosentrik : sentromer terletak di dekat ujung kromosom. Satu lengan kromosom sangat panjang, sedangkan lengan lainnya sangat pendek.
  3. Submetasentrik : sentromer terletak di submedian (ke arah salah satu ujung kromosom) dan membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang tidak sama panjang. Satu lengan panjang dan satu lengan pendek, seperti huruf L.
  4. Metasentrik : sentromer terletak di tengah, membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang hampir sama panjang seperti huruf V.
B.   HASIL PENGAMATAN YANG DIDAPAT

Hasil yang didapat dari percobaan dan data yang ada menghasilkan hasil ukuran kromosom yang digambarkan dalam tabel dibawah ini :

Karyotipe Sapi :
NO
Ukuran
Kel. A
NO
Ukuran
Kel. B
NO
Ukuran
Kel. C
NO
Ukuran
Kel. D
NO
Ukuran
Kel. E
NO
Ukuran
Kel. F
1.
13
6.
10
11.
9
17.
8
22.
7
27.
6
2.
11
7.
10
12.
9
18.
7
23.
6
28.
6
3.
11
8.
10
13.
9
19.
7
24.
6
29.
6
4.
11
9.
10
14.
8
20.
7
25.
6
30.
5
5.
11
10.
9
15.
8
21.
7
26.
6
XX
13/14






Karyotipe Manusia :

No.
Ukuran
Kel. A
No.
Ukuran
Kel. B
No.
Ukuran
Kel. C
No.
Ukuran
Kel. D
No.
Ukuran
Kel. E
No.
Ukuran
Kel. F
No.
Ukuran
Kel. G
1.
13
4.
10
6.
9
13.
6
16.
5
19.
4
21.
4
2.
13
5.
10
7.
9
14.
6
17.
5
20.
4
22.
4
3.
13


8.
8
15.
5
18.
4


XY
13/4




9.
8












10.
8












11.
7












12.
7









1.    Kromosom Sapi
Kromosom sapi dari hasil yang didapat dari praktikum ini adalah mempunyai
kromosom yang berbentuk akrosentrik dan metasentrik pada kromosom kelaminnya. Dari data itu juga kita bisa menebak bahwa kromosom sapi yang kita amati ini adalah sapi Jantan yang dapat dilihat dari kromosom kelaminnya yaitu XX (betina). Jumlah kromosom sapi yang kita lihat disini berjumlah 60 buah.

2.    Kromosom Manusia
Kromosom manusia dari hasil yang didapat dari praktikum ini adalah kromosom yang mempunyai bentuk sebanyak 7 kelompok bentuk kromosom (dapat dilihat didalam tabel). Kromosom dengan ukuran yang sama akan bergabung dengan kromosom yang sama saat dalam proses metaphase. Dan jika kita lihat kromosom kelaminnya, maka bisa kita lihat bahwa kromosom ini milik manusia berkelamin Pria. Kromosom pada manusia berjumlah 46 buah.


IV
KESIMPULAN
1.    Kromosom merupakan pembawa sifat atau disebut sebagai materi genetik.
2.    Kromosom dapat terlihat jelas saat proses metaphase.
3.    Suatu kromosom terdiri dari beberapa bagian yaitu kromatid, kromomer, sentromer atau kinetokor, satelit, dan telomer.
4.    Berdasarkan letak sentromer, kromosom dibedakan menjadi 4 bentuk yaitu Telosentrik, Akrosentrik, Submetasentrik dan Metasentrik.
5.    Pada sapi terdapat 60 kromosom yang terdiri atas 2 bentuk yaitu akrosentrik dan metasentrik.
6.    Pada manusia, terdapat 46 kromosom yang terdiri atas 7 kelompok kromosom.


V
DAFTAR PUSTAKA
http://dormatio.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-unit-dasar-kromosom.html (diakses tanggal 15 September 2013 pukul 15.32 WIB)

Dwidjoseputro.1974. Pengantar Genetika. Depdikbud: Jakarta

Bandiati, S.K.P. (2003). Buku Ajar Genetika Ternak. Percetakan Lestari. Bandung