LAPORAN
PRAKTIKUM GENETIKA
“PENGAMATAN MORPHOLOGI KROMOSOM MITOSIS
DARI SAPI DAN MANUSIA”
Oleh
:
Budi
Rahayu
200110120298
KELAS
: F
UNIVERSITAS
PADJADJARAN
SUMEDANG
2013
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Organisme hasil perkembangbiakan secara generatif diawali
dari sebuah sel zigot. Zigot kemudian tumbuh dan berkembang hingga menjadi
dewasa. Zigot kucing hampir tidak dapat dibedakan dengan zigot manusia karena
bentuknya sangat mirip. Lalu, mengapa karena bentuknya sangat mirip. Lalu,
mengapa zigot kucing menjadi kucing dan zigot manusia menjadi manusia. Apakah
yang menyebabkan zigot tumbuh menjadi spesies yang sama dengan induknya.
Jawabannya terletak pada inti sel (nukleus).
Di
dalam inti sel terdapat sejumlah kromosom. Kromosom merupakan rangkaian DNA
yang terangkai membentuk seperti benang. Kromosom mengandung zat kimia yang
menentukan ciri-ciri turun-temurun suatu spesies, misalnya bentuk badan dan
warna rambut. Jadi, kromosom menetukan bahwa zigot kucing menjadi kucing dan
zigot manusia menjadi manusia.
Jumlah
kromosom pada setiap jenis organisme tidak sama. Sebagai contoh, sel akar
bawang merah mengandung 16 kromosom, sedangkan sel tubuh menusia mengandung 46
kromosom.
Dari
16 kromosom pada sel bawang merah, 8 kromosom berasal dari gamet jantan
(sperma) dan 23 kromosom berasal dari gamet betina (telur). Sel bawang yang
mengandung 16 kromosom disebut sel diploid (2n). Sel bawang yang berisi 8
kromosom disebut sel haploid (n).
Organisme
hasil perkembangbiakan secara generatif diawali dari sebuah sel zigot.
Selanjutnya, sel tersebut tumbuh dan berkembang menjadi jutaan sel.
Perkembangan sel hingga menjadi banyak sel terjadi karena sel-sel tersebut
membelah diri dari satu menjadi 2,4,8 dan seterusnya. Proses pembelahan sel
dapat terjadi dengan dua cara yaitu mitosis dan miosis. Dalam praktikum kali
ini kita akan membahas mengenai kromosom sapi dan manusia dengan membuat
karyotipe kromosom untuk mengetahui bentuk, ukuran dan jumlah yang normal serta
mendeteksi bentuk dan besar kromosom kelamin pada sapi dan manusia.
1.2 Tujuan
Membuat karyotipe kromosom sapi dan kromosom manusia,
dengan cara menyusun guntingan potret kromosom dari ukuran yang terbesar ke
ukuran yang terkecil, dalam bentuk yang sesuai dan dalam keadaan yang
berpasangan (diploid), keadaan karyotipe untuk mengetahui bentuk, ukuran dan
jumlah yang normal. Selain dari itu, mendeteksi bentuk dan besar kromosom
kelamin (XX atau XY).
1.3 Waktu dan Tempat
Waktu :
11 Sepetember 2013
Tempat :
Gedung 5, Lantai 3, RK 11
II
METODE
DAN MATERIAL
2.1 Metode
1. Photo
kromosom disediakan 2 (dua) buah.
2. Yang
satu ditempatkan untuk bentuk seadanya dan yang satunya diuraikan dengan cara
menggunting satu-satu menjadi kromosom yang soliter.
3. Guntingan
kromosom ditempelkan dengan mengunakan lem, pada kertas karton manila yang
disediakan sesuai besar dengan mengukur dalam satuan milimeter dan sesuai
bentuknya.
4. Penentuan
kromosom kelamin (XX atau XY)
5. Pada
sapi bentuk kromosom semua akrosentris dan kromosom kelamin metasentris, besar
pada ukuran ke dua dan ketiga. Pada manusia terdapat 7 (tujuh) kelompok bentuk
kromosom, kromosom kelamin berada pada urutan besar kedua dan ketiga.
2.2 Material
|
Kromosom
Sapi (Bos Taurus)
(2n = 60, xy)
|
|
Kromosom
Manusia
(2n = 46, xy)
|
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
PEMBAHASAN
Kromosom merupakan pembawa bahan genetik yang terdapat
di dalam inti sel setiap makhluk hidup. Kromosom berbentuk batang panjang atau
pendek dan lurus atau bengkok. Kromosom tersusun atas molekul DNA yang membawa
keterangan genetik, oleh karena itu kromosom mempunyai arti penting dalam
genetika. Nama kromosom diberikan oleh Waldeyer pada tahun 1888, sedang Morgan
dalam tahun 1933 menemukan fungsi kromosom dalam pemindahan materi-materi
genetik. DNA merupakan persenyawaan kimia pembawa materi genetik. Di dalam
kromosom terdapat 35% DNA dari keseluruhan kromosom. DNA merupakan molekul
hidup dan dapat mengadakan replikasi (menggandakan diri). Karena mengandung
molekul DNA, kromosom pun dapat menggandakan diri. Selain itu, DNA merupakan
tempat penyimpanan informasi genetika yang akan diwariskan kepada keturunannya.
Kromosom dikatakan sebagai benang pembawa sifat, karena sifat-sifat makhluk
hidup pada dasarnya tersimpan di dalam DNA yang terdapat di dalam kromosom.
Kromosom pada organisme prokariotik ada yang berupa
RNA saja. Ini dapat dijumpai pada virus mozaik (tembakau). Kromosom dapat pula
berupa DNA saja misalnya pada virus T dan dapat pula mengandung keduanya yaitu
DNA dan RNA seperti pada bakteri Escherichia coli.
Cara penyusunan molekul DNA dan protein sebenarnya
cukup rumit. Pengemasan DNA dalam kromosom terjadi pada tahap profase. Secara
ringkas pengemasan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Untai DNA
dipintal pada suatu set protein, yaitu histon yang menjadi suatu
bentukan yang disebut unit nukleosom. Unit-unit nukleosom tersusun padat
membentuk benang yang lebih padat dan terpintal menjadi lipatan-lipatan solenoid.
Lipatan solenoid tersusun padat menjadi benang kromatin. Benang-benang kromatin
tersusun memadat menjadi lengan kromatid. Lengan kromatid kembar disebut
kromosom.
Suatu kromosom terdiri dari beberapa bagian yaitu
kromatid, kromomer, sentromer atau kinetokor, satelit, dan telomer.
1. Kromatid
Kromatid
adalah salah satu dari dua lengan hasil replikasi kromosom. Kromatid masih
melekat satu sama lain pada bagian sentromer. Istilah lain untuk kromatid
adalah kromonema. Kromonema merupakan filamen yang sangat tipis yang
terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada tahap interfase).
Kromonema sebenarnya merupakan istilah untuk tahap awal pemintalan kromatid.
Jadi, kromonema dan kromatid merupakan dua istilah untuk struktur yang sama.
2. Kromomer
Kromomer
adalah penebalan-penebalan pada kromonema. Kromomer ini merupakan struktur
berbentuk manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatin yang
terkadang terlihat saat interfase. Kromomer sangat jelas terlihat pada
kromosom politen (kromosom dengan DNA yang telah direplikasi berulang kali
tanpa adanya pemisahan dan terletak berdampingan sehingga bentuk kromosom
seperti kawat).
3. Sentromer
Sentromer
adalah daerah konstriksi (lekukan primer) di sekitar pertengahan kromosom. Pada
sentromer terdapat kinetokor. Kinetokor adalah bagian kromosom yang yang
merupakan tempat perlekatan benang spindel selama pembelahan inti dan merupakan
tempat melekatnya kromosom.
4. Lekukan kedua
Pada
beberapa kromosom terdapat lekukan kedua yang berada di sepanjang lengan dan
berhubungan nucleolus. Oleh karena itu disebut dengan NOR (Nucleolar
Organizing Regions).
5.
Satelit
Satelit
adalah bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan terletak di ujung lengan
kromatid. Satelit terbentuk karena adanya kontriksi sekunder di daerah tersebut.
Tidak semua kromosom memiliki satelit.
6.
Telomer
Telomer
merupakan istilah yang menunjukkan daerah terujung pada kromosom. Telomer
berfungsi untuk menjaga stabilitas bagian terujung kromosom agar DNA di daerah
tersebut tidak terurai. Karena pentingnya telomer, sel yang telomer kromosomnya
mengalami kerusakan umumnya segera mati.
Letak
sentromer pada kromosom membedakan jenis kromosom. Berdasarkan letak sentromer,
kromosom dibedakan menjadi:
- Telosentrik : sentromer terletak di ujung kromosom sehingga kromosom hanya memiliki sebuah lengan dan berbentuk seperti huruf I. Kromosom manusia tidak ada yang berbentuk telosentrik.
- Akrosentrik : sentromer terletak di dekat ujung kromosom. Satu lengan kromosom sangat panjang, sedangkan lengan lainnya sangat pendek.
- Submetasentrik : sentromer terletak di submedian (ke arah salah satu ujung kromosom) dan membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang tidak sama panjang. Satu lengan panjang dan satu lengan pendek, seperti huruf L.
- Metasentrik : sentromer terletak di tengah, membagi lengan kromosom menjadi dua lengan yang hampir sama panjang seperti huruf V.
B.
HASIL
PENGAMATAN YANG DIDAPAT
Hasil yang
didapat dari percobaan dan data yang ada menghasilkan hasil ukuran kromosom
yang digambarkan dalam tabel dibawah ini :
Karyotipe
Sapi :
|
NO
|
Ukuran
Kel. A
|
NO
|
Ukuran
Kel. B
|
NO
|
Ukuran
Kel. C
|
NO
|
Ukuran
Kel. D
|
NO
|
Ukuran
Kel. E
|
NO
|
Ukuran
Kel. F
|
|
1.
|
13
|
6.
|
10
|
11.
|
9
|
17.
|
8
|
22.
|
7
|
27.
|
6
|
|
2.
|
11
|
7.
|
10
|
12.
|
9
|
18.
|
7
|
23.
|
6
|
28.
|
6
|
|
3.
|
11
|
8.
|
10
|
13.
|
9
|
19.
|
7
|
24.
|
6
|
29.
|
6
|
|
4.
|
11
|
9.
|
10
|
14.
|
8
|
20.
|
7
|
25.
|
6
|
30.
|
5
|
|
5.
|
11
|
10.
|
9
|
15.
|
8
|
21.
|
7
|
26.
|
6
|
XX
|
13/14
|
Karyotipe
Manusia :
|
No.
|
Ukuran
Kel. A
|
No.
|
Ukuran
Kel. B
|
No.
|
Ukuran
Kel. C
|
No.
|
Ukuran
Kel. D
|
No.
|
Ukuran
Kel. E
|
No.
|
Ukuran
Kel. F
|
No.
|
Ukuran
Kel. G
|
|
1.
|
13
|
4.
|
10
|
6.
|
9
|
13.
|
6
|
16.
|
5
|
19.
|
4
|
21.
|
4
|
|
2.
|
13
|
5.
|
10
|
7.
|
9
|
14.
|
6
|
17.
|
5
|
20.
|
4
|
22.
|
4
|
|
3.
|
13
|
|
|
8.
|
8
|
15.
|
5
|
18.
|
4
|
|
|
XY
|
13/4
|
|
|
|
|
|
9.
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11.
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12.
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Kromosom
Sapi
Kromosom
sapi dari hasil yang didapat dari praktikum ini adalah mempunyai
kromosom yang berbentuk akrosentrik dan metasentrik pada kromosom
kelaminnya. Dari data itu juga kita bisa menebak bahwa kromosom sapi yang kita
amati ini adalah sapi Jantan yang dapat dilihat dari kromosom kelaminnya yaitu
XX (betina). Jumlah kromosom sapi yang kita lihat disini berjumlah 60 buah.
2.
Kromosom
Manusia
Kromosom manusia dari hasil yang didapat dari
praktikum ini adalah kromosom yang mempunyai bentuk sebanyak 7 kelompok bentuk
kromosom (dapat dilihat didalam tabel). Kromosom dengan ukuran yang sama akan
bergabung dengan kromosom yang sama saat dalam proses metaphase. Dan jika kita
lihat kromosom kelaminnya, maka bisa kita lihat bahwa kromosom ini milik
manusia berkelamin Pria. Kromosom pada manusia berjumlah 46 buah.
IV
KESIMPULAN
1. Kromosom merupakan
pembawa sifat atau disebut sebagai materi genetik.
2. Kromosom
dapat terlihat jelas saat proses metaphase.
3. Suatu
kromosom terdiri dari beberapa bagian yaitu kromatid, kromomer, sentromer atau
kinetokor, satelit, dan telomer.
4. Berdasarkan
letak sentromer, kromosom dibedakan menjadi 4 bentuk yaitu Telosentrik,
Akrosentrik, Submetasentrik dan Metasentrik.
5. Pada sapi
terdapat 60 kromosom yang terdiri atas 2 bentuk yaitu akrosentrik dan
metasentrik.
6. Pada
manusia, terdapat 46 kromosom yang terdiri atas 7 kelompok kromosom.
V
DAFTAR
PUSTAKA
http://dormatio.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-unit-dasar-kromosom.html
(diakses tanggal 15 September 2013 pukul 15.32 WIB)
Dwidjoseputro.1974.
Pengantar Genetika. Depdikbud: Jakarta
Bandiati,
S.K.P. (2003). Buku Ajar Genetika Ternak. Percetakan Lestari. Bandung